Aku dan kamu berteman,
sedari kecil kita berteman,
kemudian kita dewasa, kita masih berteman.
Berteman denganmu itu menyenangkan,
hingga aku tak sadar, aku menyukaimu,
sebagai teman.
Dan kau pun begitu,
kau menyukaiku, sebagai teman.
Lalu, teman-teman disekitar kita mulai menemukan orang lain,
dan menjalin pertemanan baru.
Hanya kita yang masih berteman,
Mereka mengubah status dari berteman menjadi kekasih,
hingga akhirnya menjadi pasutri.
dan dikaruniai beberapa orang anak.
Dan kita disini, masih begini.
masih dalam status teman.
Aku menyukaimu, dan aku ingin berteman.
Hanya berteman.
Aku tak akan menjadi kekasihmu,
atau orang yang mengaturmu,
atau yang melarangmu,
atau yang merubahmu.
Aku hanya ingin berjalan bersamamu,
sebagai teman.
Aku hanya ingin hidup menua bersamamu,
sebagai teman.
Hingga aku pergi lebih dulu, sebagai temanmu.
Karena Aku hanya ingin menjadi TEMAN HIDUPMU.
Lalu di alam setelah kematian,
Tuhan mempertemukan kita kembali sebagai TEMAN ABADI
Jumat, 05 Mei 2017
Rabu, 05 Oktober 2016
Angin Segar
Satu tahun berlalu sejak tulisan sebelumnya di posting,
tak ada banyak kisah yang bisa diceritakan,
hampir semuanya sama,
bangun tidur, mandi, makan, kerja, pulang, mandi, makan, tidur....
begitu seterusnya!
"P.E.N.A.T"
mungkin kata itu yang menggambarkan keadaanku saat ini,
butuh suatu terobosan,
sesuatu yang fresh, yang mengubah sampah-sampah diotak menjadi sel-sel yang bernilai guna kembali..
dan yang kubutuhkan saat ini adalah "L.I.B.U.R.A.N"
Yap, aku butuh "P.I.K.N.I.K"
Baru-baru ini dikantorku sedang mengadakan suatu survey,
dimana survey tersebut memberikan beberapa pilihan tempat wisata,
yang nantinya akan dijadikan tujuan untuk acara Family Gathering...
Acara tahunan yang diberikan perusahaan untuk menyegarkan kembali kejenuhan-kejenuhan pegawai dalam satu tahun bekerja.
Bagi semua pegawai, tentu ini adalah angin segar..
dimana semua orang dapat bersenang-senang bebas menikmati alam,
tanpa memikirkan pekerjaan dalam satu waktu yang ditentukan.
Tapi, moment ini tidak berlaku untukku...
Didalam survey tersebut terdapat beberapa pilihan,
untuk kota : Aceh, Bangka belitung, Malang, karimun Jawa, Lombok
untuk wisata: Gunung, Pantai, Taman, Tempat Bersejarah,
sedangkan domisili kami saat ini adalah kota Palembang.
Lagi-lagi kali ini aku hanya ikut berpartisispasi dalam menentukan survey,
tanpa mengikuiti dan menjalankan isi survey yang sebenarnya.
karena ada alasan khusus untuk itu semua.
Aku sadar, aku adalah manusia pilihan Tuhan untuk jadi yang berbeda.
penuh dengan keterbatasan ini dan itu,
aku tidak bisa pergi jauh dari rumah,
karena waktu hidupku hanyalah 5 Jam.
jika dalam 5 jam aku tidak kembali kerumah, maka nyawa taruhannya.
Menjalani hidup seperti itu, tentu sangat sulit bagi beberapa orang.
tapi aku berusaha belajar untuk bisa menjalaninya,
aku selalu bersyukur atas kesempatan hidup kedua yang diberikan Tuhan,
dan kesehatan ini merupakan rezeki yang luar biasa,
Nimat yang tak mungkin aku dustakan.
Balik lagi ke Piknik,
Sebenarnya aku tak muluk-muluk berkhayal untuk pergi ketempat-tempat istimewa diluar kota,
yang aku butuhkan cuma,
" SEBATANG POHON YANG RINDANG, ENTAH ITU POHON MANGGA ATAU RAMBUTAN. YANG DIBAWAHNYA BERALASKAN TIKAR ANYAMAN BAMBU, DISANA TERSAJI SEPIRING BISKUIT RENYAH DAN BEBERAPA GELAS TEH HANGAT, DAN SESEORANG YANG JIKA KITA MULAI BERCERITA, KITA AKAN TERTAWA KARENA KEKONYOLAN, KEMUDIAN TERDIAM GARING, DAN MENANGIS KARENA TAK INGIN TERPISAHKAN. LALU ANGIN SPOI-SEPOI JADI MUSIKNYA, ILALANG MENARI-NARI RIANG, HINGGA SENJA BERWARNA JINGGA MENYINARI WAJAH KITA DARI SELA-SELA DEDAUNAN"
Bahkan, jika itu masih terlalu muluk.
aku hanya ingin Seorang Teman, Sebuah bangku, dan Sebuah tempat.
karena yang sebenar-benarnya kubutuhkan adalah DIDENGARKAN.
karena aku BOSAN DIAM dan MENDENGARKAN...
tak ada banyak kisah yang bisa diceritakan,
hampir semuanya sama,
bangun tidur, mandi, makan, kerja, pulang, mandi, makan, tidur....
begitu seterusnya!
"P.E.N.A.T"
mungkin kata itu yang menggambarkan keadaanku saat ini,
butuh suatu terobosan,
sesuatu yang fresh, yang mengubah sampah-sampah diotak menjadi sel-sel yang bernilai guna kembali..
dan yang kubutuhkan saat ini adalah "L.I.B.U.R.A.N"
Yap, aku butuh "P.I.K.N.I.K"
*****#####*****
dimana survey tersebut memberikan beberapa pilihan tempat wisata,
yang nantinya akan dijadikan tujuan untuk acara Family Gathering...
Acara tahunan yang diberikan perusahaan untuk menyegarkan kembali kejenuhan-kejenuhan pegawai dalam satu tahun bekerja.
Bagi semua pegawai, tentu ini adalah angin segar..
dimana semua orang dapat bersenang-senang bebas menikmati alam,
tanpa memikirkan pekerjaan dalam satu waktu yang ditentukan.
Tapi, moment ini tidak berlaku untukku...
Didalam survey tersebut terdapat beberapa pilihan,
untuk kota : Aceh, Bangka belitung, Malang, karimun Jawa, Lombok
untuk wisata: Gunung, Pantai, Taman, Tempat Bersejarah,
sedangkan domisili kami saat ini adalah kota Palembang.
Lagi-lagi kali ini aku hanya ikut berpartisispasi dalam menentukan survey,
tanpa mengikuiti dan menjalankan isi survey yang sebenarnya.
karena ada alasan khusus untuk itu semua.
Aku sadar, aku adalah manusia pilihan Tuhan untuk jadi yang berbeda.
penuh dengan keterbatasan ini dan itu,
aku tidak bisa pergi jauh dari rumah,
karena waktu hidupku hanyalah 5 Jam.
jika dalam 5 jam aku tidak kembali kerumah, maka nyawa taruhannya.
Menjalani hidup seperti itu, tentu sangat sulit bagi beberapa orang.
tapi aku berusaha belajar untuk bisa menjalaninya,
aku selalu bersyukur atas kesempatan hidup kedua yang diberikan Tuhan,
dan kesehatan ini merupakan rezeki yang luar biasa,
Nimat yang tak mungkin aku dustakan.
*****#####*****
Balik lagi ke Piknik,
Sebenarnya aku tak muluk-muluk berkhayal untuk pergi ketempat-tempat istimewa diluar kota,
yang aku butuhkan cuma,
" SEBATANG POHON YANG RINDANG, ENTAH ITU POHON MANGGA ATAU RAMBUTAN. YANG DIBAWAHNYA BERALASKAN TIKAR ANYAMAN BAMBU, DISANA TERSAJI SEPIRING BISKUIT RENYAH DAN BEBERAPA GELAS TEH HANGAT, DAN SESEORANG YANG JIKA KITA MULAI BERCERITA, KITA AKAN TERTAWA KARENA KEKONYOLAN, KEMUDIAN TERDIAM GARING, DAN MENANGIS KARENA TAK INGIN TERPISAHKAN. LALU ANGIN SPOI-SEPOI JADI MUSIKNYA, ILALANG MENARI-NARI RIANG, HINGGA SENJA BERWARNA JINGGA MENYINARI WAJAH KITA DARI SELA-SELA DEDAUNAN"
Bahkan, jika itu masih terlalu muluk.
aku hanya ingin Seorang Teman, Sebuah bangku, dan Sebuah tempat.
karena yang sebenar-benarnya kubutuhkan adalah DIDENGARKAN.
karena aku BOSAN DIAM dan MENDENGARKAN...
Jumat, 20 Februari 2015
ABNORMAL
Dari tempatku sekarang, aku memandang jauh sejauh yang bisa aku pandang.
Pepohonan yang rindang menjulang tinggi, pabrik-pabrik berpeluh bekerja setiap hari, serta hilir mudik kendaraan terlihat sibuk dan jalan yang terlihat kosong.
itulah pemandangan yang aku saksikan tiap harinya dari gedung dilantai 3 ini.
Saat ini apa yang ku rasakan semuanya terasa bercampur aduk,
aku bingung dengan semua kebingungan ini,
entah apa yang aku bingungkan, aku pun rasanya enggan untuk coba memahami.
Kerinduan di masa lalu, Kecemasan di masa mendatang, saling bertabrakan satu sama lain di masa sekarang ini, hingga membentuk pecahan-pecahan dan seakan memaksaku untuk menyusun ulang tiap bagian-bagian dari pecahan puzzle itu.
Konflik-konflik kecil yang seharusnya mudah untuk diatasi, malah melebar hingga membuat pembuluh darah menyempit dan oksigen yang diangkut darah menuju otak pun tersumbat.
Entah itu cinta yang mulai memudar dan meninggalkan diri, Persahabatan yang mulai terputus dan tersekat oleh batasan-batasan yang dibuat oleh individu masing-masing, Pekerjaan yang terlalu banyak menuntut otak dan otot bekerja diluar batas normal, serta kehidupan yang mendung cerah menandakan ketidakpastiannya.
Sampai saat ini, aku telah berusaha semampuku untuk beradaptasi dengan takdir yang diberikan yang maha kuasa.
menolak untuk mengeluh, dan memaksa untuk ikhlas dan bersyukur.
Berlakon pada citra perilaku, dan bertopeng pada senyum kesedihan.
Semua harus sesuai dengan permintaan lingkungan.
Yang harusnya hitam, disulap menjadi putih.
dan yang seharusnya marah, disulap menjadi ketawa.
Makna kebebasan yang dulu, serta kemandirian yang dimiliki oleh tubuh, kini sudah lelah dan tua.
Sekarang tiap figur mengasihani batin dan mental yang terlihat oleh mata mereka seakan lemah,
tiada hari tanpa pertolongan mereka, dan mengemis pada perhatian mereka.
Hidup bertahan pada kedua tangan dan bertumpu pada kedua kaki,
kini hanya jadi cibiran dibalik pundak-pundak mereka yang berbicara diam.
Kepercayaan luntur seketika nila masuk pada cawan-cawan yang jernih.
mata-mata yang subjektif menilai pada sudut dimana mata hanya memandang satu arah.
Ini hanyalah sebuah ritme yang terlintas dihati,
lalu ku tuangkan dalam bentuk selembaran kata, makna dari celotehan kehidupan.
Oh waktu, berikanlah aku kejutan.
Karena aku mulai bosan terbiasa BIASA.
Langganan:
Postingan (Atom)


